Pers Membentuk Opini Publik

MEDIAONETIMOR- Pers mempunyai peran yang sangat penting dalam mempengaruhi opini publik. Agar keberadaan pers tetap diakui masyarakat, maka pers harus profesional dan melahirkan karya jurnalistik yang profesional, objektif, berimbang dan sesuai fakta.

Demikian disampaikan Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan, saat acara buka puasa bersama dengan wartawan se-Kota Tanjungpinang, Rabu (24/8) di Restoran Shangrila, Tanjungpinang.

“Alhamdulillah, selama ini kerja sama antar pers dengan Pemkot Tanjungpinang sudah terjalin dengan baik. Saya berharap kondisi ini tetap terus terjaga dan terpelihara,” kata Suryatati dalam sambutannya.

Tatik sapaan Walikota itu, juga mengajak wartawan membangun Kota Tanjungpinang yang akan memasuki usia ke sepuluh. “Dengan bertambahnya usia untuk sebuah kota, maka semakin banyak pula hal-hal yang bisa kita perbuat untuk terus berbenah diri agar wajah kota kian hari kian mempesona,” imbuhnya.

Acara buka puasa bersama yang diselenggarakan Bagian Humas dan Protokol Kota Tanjungpinang ini diawali dengan diskusi bertemakan Indepensi Media Massa.

“Pers memegang idealismenya dan sisi lain pers sebagai usaha. Namun, akhir- akhir ini kita melihat pers berperan sebagai alat pencitraan dan propoganda untuk mempengaruhi animo masyarakat,” ungkap Kabag Humas dan Protokol Pemko Tanjungpinang Surjadi, yang bertindak selaku moderator ketika memulai diskusi.

Diskusi itu menghadirkan narasumber seperti Zamzami A Karim, serta dua wartawan senior. Ketiga narasumber lebih menyoroti adanya perbedaan yang cukup signifikan antara kehadiran pers dulu dan sekarang.

Diskusi tersebut mengundang perhatian warga negara asing bernama Dr Nick Long dari Universitas Cmbridge, Inggris. Nick sedang melakukan penelitian menyangkut perkembangan sosial di Kota Tanjungpinang.

Nick memang diundang oleh Surjadi. Di acara diskusi itu, Surjadi meminta Nick untuk berbagi cerita tentang peran pers di Inggris.

Nick mengatakan, di negaranya aturan yang dipakai cukup ketat. Media tidak boleh memuat sembarang berita tanpa data dan fakta. Bagi yang melanggar akan dikenai sanksi oleh pemerintah Inggris.

Sementara itu, perkembangan pers di Tanjungpinang, menurut Tanjung, wartawan senior yang sudah 30 tahun berkarya mengatakan, dulu pers lebih dihormati karena memegang teguh idealisme. Sedangkan saat ini, kata dia, pers tergantung pesan sponsor.(Haluankepri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *